Home multimedia Film : Pengertian, Jenis Serta Manfaat dan Unsur-Unsurnya

Film : Pengertian, Jenis Serta Manfaat dan Unsur-Unsurnya

38 min read
0
3,250

Film telah berhasil mempertunjukkan gambar-gambar hidup yang seolah-olah memindahkan realitas ke atas layar besar. Keberadaan film telah diciptakan sebagai salah satu media komunikasi massa yang benar–benar disukai bahkan sampai sekarang.

Sebagaimana kita tahu dunia perfilman saat ini berkembang dengan sangat pesat, baik di manca negara maupun di Indonesia. Terbukti dengan banyaknya muncul film-film baru pada saat ini. Gagasan untuk menciptakan film pertama kali muncul dari para seniman pelukis. Dengan ditemukannya cinematography telah minimbulkan gagasan kepada mereka untuk menghidupkan gambar-gambar yang mereka lukis.

Lebih dari ratusan juta orang menonton film di bioskop, film televisi dan film video laser (melalui kaset), bahkan yang download lalu nonton film bajakan juga banyak. Di Amerika Serikat dan Kanada lebih dari satu juta tiket film terjual setiap tahunnya. Film lebih dahulu menjadi hiburan dibanding radio siaran dan televisi.

Itu artinya, berdirinya theater bioskop sudah lebih dahulu daripada televisi dan stasiun radi guys. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai penjelasan Film, ada baiknya kita simak bersama ulasan dibawah ini.

Pengertian Film

Secara harfiah, film (cinema) berasal dari kata cinematographie yang berarti cinema (gerak), tho atau phytos (cahaya) dan graphie atau grhap (tulisan, gambar, citra). Sehingga dapat diartikan Film adalah melukis gerak dengan cahaya. Melukis gerak dengan cahaya tersebut menggunakan alat khusus, biasanya alat yang digunakan adalah kamera.

Film adalah media komunikasi yang bersifat audio visual untuk menyampaikan suatu pesan kepada sekelompok orang yang berkumpul di suatu tempat tertentu. (Effendy, 1986: 134). Pesan film pada komunikasi massa dapat berbentuk apa saja tergantung dari misi film tersebut.

Akan tetapi, umumnya sebuah film dapat mencakup berbagai pesan, baik itu pesan pendidikan, hiburan dan informasi. Pesan dalam film adalah menggunakan mekanisme lambang–lambang yang ada pada pikiran manusia berupa isi pesan, suara, perkataan, percakapan dan sebagainya.

Film adalah fenomena sosial, psikologi dan estetika yang kompleks yang merupakan dokumen yang terdiri dari cerita dan gambar yang diiringi kata-kata dan musik. Sehingga film merupakan produksi yang multi dimensional dan kompleks. Kehadiran film di tengah kehidupan manusia ini semakin penting dan setara dengan media lain.

Keberadaannya praktis, hampir dapat disamakan dengan kebutuhan akan sandang pangan. Dapat dikatakan hampir tidak ada kehidupan sehari–hari manusia berbudaya maju yang tidak tersentuh dengan media ini. Film berperan sebagai sarana baru yang digunakan untuk menyebarkan hiburan yang sudah menjadi kebiasaan terdahulu, serta menyajikan cerita, peristiwa, musik, drama, lawak dan sajian teknis lainnya kepada masyarakat umum.

Dalam pembuatan film, cerita diperlukan proses pemikiran dan proses teknis yaitu berupa pencarian ide, gagasan atau cerita yang digarap, sedangkan proses teknis berupa keterampilan artistik untuk mewujudkan segala ide, gagasan atau cerita menjadi film yang siap ditonton.

Sejarah Film

Keberadaan film atau movie sudah ada sejak dulu. Sejarah film dunia dimulai pada era 1890-an. Penemuan dalam dunia fotografi berupa kamera menjadi faktor utama yang kemudian menjadi awal perkembangan film di era tersebut. Kamera obscure menjadi kamera pertama yang ditemukan yang kemudian menjadi awal terbentuknya industri film bioskop dan sinema.

Perkembangan kamera yang kini semakin maju dan canggih juga secara tidak langsung turut mempengaruhi kualitas film yang diproduksi. Seperti kita ketahui bahwa kualitas film semakin bagus dari tahun ke tahun, setidaknya dari segi kualitas gambar dan visual grafis.

Tahun 1250-1895, disebut dengan masa pra sejarah film karena itu merupakan masa dimana terdapat penemuan” baru yg disebabkan obsesi” besar orang Eropa, contohnya terciptanya sebuah alat yang bisa merekam gerak (yang hingga kini digunakan untuk membuat sebuah film).

Tahun 1895, dikenal sebagai tahun dimana awal adanya sebuah sinema, karena pada tanggal 28 Desember 1895, untuk pertama kalinya dalam sejarah perfilman, sebuah film cerita dipertunjukkan di depan umum. Film ini dibuat oleh Lumiere bersaudara, Lumiere Louis (1864-1948) dan Auguste (1862-1954), inventor terkenal asal Perancis dan pelopor industri perfilman.

Tempat pemutaran film itu adalah di Grand Cafe di Boulevard des Capucines, Paris. Sekitar 30 orang datang dengan dibayar untuk menonton film-film pendek yang mempertunjukkan kehidupan warga Perancis. Sesungguhnya, pada awal 1885, telah diproduksi gambar bergerak pertama. Nah, film karya Lumiere bersaudara yang dianggap sebagai film sinema yang pertama. Judul film karya mereka adalah “Workers Leaving the Lumiere Factory.”

Pemutaran film ini di Grand Cafe menandai lahirnya industri perfilman. Perubahan dalam industri perfilman, jelas nampak pada teknologi yang digunakan. Jika pada awalnya, film berupa gambar hitam putih, bisu dan sangat cepat, kemudian berkembang hingga sesuai dengan sistem pengelihatan mata kita, berwarna dan dengan segala macam efek-efek yang membuat film lebih dramatis dan terlihat lebih nyata.

  • Perkembangan Film

Memasuki abad 20, perkembangan film mulai berkembang dengan pesat. Dimulai dengan pengembangan audio suara. Film-film pun mulai dibuat dengan durasi yang lebih panjang. Konsep dan tema cerita juga mulai meluas dari berbagai genre, mulai dari film komedi, romantis, petualangan hingga perang. Berbagai perusahaan dan studio film pun mulai banyak dibuat untuk keperluan bisnis dan hiburan di zaman tersebut.

Di era 1900-an dan 1910-an, film-film produksi asal Eropa, terutama dari negara Prancis, Italia atau Jerman mencuri perhatian dan mampu populer di seluruh dunia. Baru di era 1920-an industri film Amerika Serikat produksi Hollywood mulai dibuat dan langsung populer. Industri film Hollywood ini kemudian menjadi industri film paling populer yang menghadirkan film film berkualitas hingga sekarang.

Pada dasarnya film dapat dikelompokan ke dalam dua pembagian dasar, yaitu kategori film cerita dan non cerita. Pendapat lain menggolongkan menjadi film fiksi dan non fiksi. Film cerita adalah film yang diproduksi berdasarkan cerita yang dikarang dan dimainkan oleh aktor dan aktris.

Pada umumnya film cerita bersifat komersial, artinya dipertunjukan di bioskop dengan harga karcis tertentu atau diputar di televisi dengan dukungan sponsor iklan tertentu. Film non cerita adalah film yang mengambil kenyataan sebagai subyeknya, yaitu merekam kenyataan dari pada fiksi tentang kenyataan. (Sumarno, 1996:10).

Dalam perkembangannya, film cerita dan non cerita saling mempengaruhi dan melahirkan berbagai jenis film yang memiliki ciri, gaya dan corak masing-masing

Jenis-Jenis Genre Yang Terdapat Dalam Film

Berbagai macam film sudah beredar dimasyarakat, dari mulai film documenter yang berkaitan dengan sejarah, hingga film-film animasi untuk kanak-kanak. Tinggal bagaimana masyarakat bisa memilih tontonan film yang sesuai dengan usianya. Banyak sekali genre film yang ada dalam dunia perfilman, dengan judul–judul film yang terkenal dan meraih banyak kesuksesan melalui genre film tersebut.

Semuanya memiliki keunikan tersendiri dan mampu membawa penonton untuk ikut merasakan setiap jalan cerita yang ada secara mendalam. Dari sekian banyak genre film yang ada, tentunya ada beberapa yang paling popular dan diminati oleh masyarakat. Nah, untuk mengetahui apa apa saja genre film yang ada. Kita simak secara bersama ulasan dibawah ini.

1. Action

Film bergenre action ini biasanya membutuhkan banyak energi dari para pemainnya, stunt (pemain pengganti) dalam jumlah yang banyak, pertarungan, pelarian diri, gangguan yang senantiasa terjadi, hingga munculnya tokoh jagoan dan si ‘musuh’ yang terus berseteru dengan aksi–aksi yang menakjubkan. Die Hard dan James Bond adalah contoh film bergenre action.

Jenis film ini biasanya berisi adegan-adegan berkelahi yang menggunakan kekuatan fisik atau supranatural. Biasanya didominasi oleh aktor, meski sekarang ini banyak juga aktris yang menekuni film laga. Dari sini bisa didapat turunan genre seperti: Girls with guns movie, Heroic bloodshed, Die Hard scenario.

2. Adventure

Jenis film ini biasanya berisi cerita seorang tokoh yang melakukan perjalanan, memecahkan teka teki, atau bergerak dari titik A ke titik B sepanjang film. Cerita cenderung seru, dengan pengalaman yang baru atau visual yang menarik, cukup mirip dengan genre film action, biasanya genre film ini memiliki sekuel atau prekuel.

Tema biasanya pencarian sesuatu seperti misalnya harta karun, epic-epic di hutan dan gurun dan juga film-film disaster. Dari sini bisa didapat turunan genre seperti: Road movie, Alexander (2004)

3. Film Komedi

Tidak usah dijelaskan, dari namanya pun terlihat bahwa unsur utama jenis film ini adalah komedi yang kadang tidak memperhatikan logika cerita. Dari sini bisa didapat turunangenre seperti: Anarchic comedy, Comedy horror, Comedy of remarriage, atau Comedy-drama

Sama seperti film fantasi, inti film komedi bisa sama dengan jenis film lain. Yang berbeda adalah adanya unsur komedi atau kelucuan yang bisa membuat penonton tertawa. Nah, jadi bagi anda yang suka rasa humor ada baiknya jika menonton film yang bergenre komedi guys. Film komedi lucu dengan tujuan membuat penonton tertawa.

4. Bergenre Horror

Horror adalah jenis film yang berisi tentang kejadian mistis dan berhubungan dengan kejadian-kejadian yang menyeramkan dan menakutkan sebagai nyawa dari film tersebut.

Film bergenre horror sengaja dibuat untuk menakuti para penontonnya dan mengeluarkan emosi ketakutan yang paling dalam. Dengan teriakan–teriakan dan kejutan yang ditampilkan dalam adegannya, film horror mempunyai daya tarik bagi para penggemarnya.

Sosok yang ditakutinya pun beragam, bisa hantu, jin, monster, mahkluk gaib, zombie, ataupun roh manusia yang dianggap menyeramkan. Insidious dan The Conjuring adalah 2 judul film horror yang cukup popular di abad ini.

5. Fantasy

Film dengan setting dan karakter yang bersifat fantasi dan imajinatif. Fantasy merupakan jenis genre yang digunakan pada film bersifat imajinatif, yang mana seluruh model dari karakter maupun tokoh dari filmnya berdasarkan imajinasi yang tidak ada di dunia nyata. Biasanya, diperlukan efek visual yang bagus agar hasilnya memuaskan.

6. Drama

Film yang menghadirkan konflik drama dari beberapa tokoh yang ada. Film drama memiliki jalan cerita yang serius, menampilkan karakter–karakter dan latar yang realistis dan menggambarkan situasi kehidupan yang kerap terjadi sehari–hari.

Dengan mengangkat kisah yang sangat dekat dengan para penonton, film drama biasanya tidak berfokus pada efek–efek special, komedi, ataupun aksi dari para pemainnya. The Fault in Our Stars adalah contoh filmnya. Nah, seperti yang kita tahu nih film bergenre drama begitu diminati banyak kaum hawa apalagi sih emak dirumah. Kalo udah nonton drama keluarga, pasti lupa segalanya tuh.

7. Thriller

Beda aktion beda pula dengan adventure, Thriller adalah Jenis film yang penuh dengan aksi menegangkan dan mendebarkan dan biasanya tipe alur ceritanya biasanya berupa para jagoan yang berpacu dengan waktu, penuh aksi menantang dan mendapatkan berbagai bantuan yang kebetulan sangat dibutuhkan yang harus menggagalkan rencana-rencana kejam para penjahat yang lebih kuat dan lebih lengkap persenjataannya.

8. Musicals

Film yang menghadirkan tema musikal. Musical merupakan jenis genre yang digunakan pada film bertemakan drama musikal, dimana yang lebih ditonjolkan pada alurnya adalah aksi musiknya. Biasaanya genre ini gabung dengan genre lain seperti Drama, Documentary, Romance, dll. Walaupun gabung dengan genre lain tema Musik lebih di tonjolkan.

Musikal/tarian adalah bentuk sinematik yang menekankan nilai skala penuh atau lagu dan tarian rutin secara signifikan (biasanya dengan pertunjukan musik atau tari terintegrasi sebagai bagian dari narasi film).

9. Romance

Romance merupakan jenis genre yang digunakan pada film berisi tentang kisah-kisah percintaan anak muda maupun dewasa. Nah, dikalangan anak muda dan remaja (anak yang baru mulai mengenai cinta) film bergenre romantis kerap ditunggu, bahkan perfilman dari negara ginseng kerap menghisi waktu luang mereka. Film bergenre romantis memang banyak ditonton oleh kalangan muda.

10. War

Film bergenre ini menampilkan pertarungan dalam perang, baik antarnegara ataupun sekelompok manusia di darat, laut, maupun udara sebagai latar tempatnya. Film bergenre war ini juga sering dipadukan dengan genre lain seperti action, adventure, drama, romance, comedy, suspense, bahkan epics dan westerns. Contohnya adalah Hacksaw Ridge.

11. Western

Western adalah jenis film yang berkaitan dengan suku di Amerika dan kehidupan pada zaman kebudayaan suku indian masih ada yang biasanya memiliki tokoh koboi berkuda, sherif dan aksi khas duel menembak.

12. Film Documenter

Jenis film dokumenter biasanya lebih dikategorikan sebagai film yang memotret suatu kisah secara nyata tanpa dibungkus karakter atau setting fiktif. Dari sini bisa didapat turunan genre seperti: docudrama, docufiction atau Travel documentary.

13. Film criminal (Crime)

Jenis film ini berfokus pada kehidupan seorang pelaku kriminal. Biasanya yang diangkat adalah para kriminal kelas dunia yang melegenda. Dari sini bisa didapat turunan genre seperti: Crime thrillers, Film noir, Detective films dan True crime

14. Epik (Film Sejarah)

Epik meliputi drama kostum, drama sejarah, film perang, romps abad pertengahan, atau ‘gambar masa’ yang sering mencakup hamparan besar waktu yang ditetapkan terhadap latar belakang, luas panorama. Elemen epik berbagi sering dari genre film petualangan yang rumit.

Epik mengambil peristiwa historis atau dibayangkan, tokoh mitos, legenda, atau heroik dan menambahkan pengaturan mewah dan kostum mewah, disertai dengan keagungan dan tontonan, ruang lingkup yang dramatis, nilai-nilai produksi tinggi, dan skor musik menyapu. Epik sering versi, lebih spektakuler mewah dan merupakan sebuah film biopic. Beberapa ‘pedang dan sandal’ film (atau film epik Alkitab terjadi selama kuno) memenuhi syarat sebagai sub-genre.

Film sebagai salah satu media komunikasi massa yang memiliki kapasitas untuk memuat pesan yang sama secara serempak dan mempunyai sasaran yang beragam dari agama, etnis, status, umur, dan tempat tinggal dapat memainkan peranan sebagai saluran penarik untuk pesan-pesan tertentu dari dan untuk manusia. Dengan melihat film kita dapat memperoleh informasi dan gambar tentang realitas tertentu.

Unsur-Unsur dalam Film

Film merupakan hasil karya bersama atau hasil kerja kolektif. Dengan kata lain, proses pembuatan film pasti melibatkan kerja sejumlah unsur atau profesi. Unsur-unsur yang dominan di dalam proses pembuatan film antara lain: produser, sutradara, penulis skenario, penata kamera (kameramen), penata artistik, penata musik, editor, pengisi dan penata suara, aktor-aktris (bintang film).

1. Produser

Unsur paling utama (tertinggi) dalam suatu tim kerja produksi atau pembuatan film adalah produser. Karena produserlah yang menyandang atau mempersiapkan dana yang dipergunakan untuk pembiayaan produksi film. Produser merupakan pihak yang bertanggungjawab terhadap berbagai hal yang diperlukan dalam proses pembuatan film.

Selain dana, ide atau gagasan, produser juga harus menyediakan naskah yang akan difilmkan, serta sejumlah hal lainnya yang diperlukan dalam kaitan proses produksi film.

2. Sutradara

Sutradara merupakan pihak atau orang yang paling bertanggungjawab terhadap proses pembuatan film di luar hal-hal yang berkaitan dengan dana dan properti lainnya. Karena itu biasanya sutradara menempati posisi sebagai ‘orang penting kedua’ di dalam suatu tim kerja produksi film.

Di dalam proses pembuatan film, sutradara bertugas mengarahkan seluruh alur dan proses pemindahan suatu cerita atau informasi dari naskah scenario ke dalam aktivitas produksi. Sutradara bertanggungjawab menggerakkan semua unsur pekerja (tim kerja) yang terlibat di dalam proses produksi film.

Oleh karenanya, berhasil atau tidaknya, bagus atau tidaknya suatu karya film yang diproduksi berada di tangan sang sutradara. Di dalam tim kerja produksi film, sutradara memimpin Departemen Penyutradaraan.

3. Penulis Skenario

Penulis skenario adalah orang yang membuat skrip naskah film secara mendetail sehingga semua unsur yang terlibat dalam pembuatan film bisa menerjemahkan tugas-tugasnya dengan optimal. Karena dalam skenario harus rinci dan jelas segala bentuk lakuan-lakuan yang harus dilakukan oleh aktor/aktris.

4. Penata Kamera

Penata kamera atau popular juga dengan sebutan kameramen adalah seseorang yang bertanggungjawab dalam proses perekaman (pengambilan) gambar di dalam kerja pembuatan film.

Karena itu, seorang penata kamera atau kameramen dituntut untuk mampu menghadirkan cerita yang menarik, mempesona dan menyentuh emosi penonton melalui gambar demi gambar yang direkamnya di dalam kamera. Di dalam tim kerja produksi film, penata kemera memimpin departemen kamera.

5. Penata Artistik

Penata artistik (art director) adalah seseorang yang bertugas untuk menampilkan cita rasa artistik pada sebuah film yang diproduksi. Sebelum suatu cerita divisualisasikan ke dalam film, penata artistik setelah terlebih dulu mendapat penjelasan dari sutradara untuk membuat gambaran kasar adegan demi adegan di dalam sketsa, baik secara hitam putih maupun berwarna.

Tugas seorang penata artistik di antaranya menyediakan sejumlah sarana seperti lingkungan kejadian, tata rias, tata pakaian, perlengkapan-perlengkapan yang akan digunakan para pelaku (pemeran) film dan lainnya.

6. Penata Musik

Penata musik adalah seseorang yang bertugas atau bertanggungjawab sepenuhnya terhadap pengisian suara musik tersebut. Seorang penata musik dituntut tidak hanya sekadar menguasai musik, tetapi juga harus memiliki kemampuan atau kepekaan dalam mencerna cerita atau pesan yang disampaikan oleh film.

7. Editor

Editing adalah proses penyusunan gambar-gambar film yang dilakukan oleh seorang editor. Proses editing dilakukan setelah seluruh proses pengambilan gambar/film selesai dari awal hingga akhir.

Baik atau tidaknya sebuah film yang diproduksi akhirnya akan ditentukan pula oleh seorang editor yang bertugas mengedit gambar demi gambar dalam film tersebut. Jadi, editor adalah seseorang yang bertugas atau bertanggung jawab dalam proses pengeditan gambar.

8. Pengisi dan Penata Suara

Pengisi suara adalah seseorang yang bertugas mengisi suara pemeran atau pemain film. Jadi, tidak semua pemeran film menggunakan suaranya sendiri dalam berdialog di film. Penata suara adalah seseorang atau pihak yang bertanggungjawab dalam menentukan baik atau tidaknya hasil suara yang terekam dalam sebuah film. Di dalam tim kerja produksi film, penata suara bertanggungjawab memimpin departemen suara.

9. Bintang Film (Pemeran)

Bintang film atau pemeran film dan biasa juga disebut aktor dan aktris adalah mereka yang memerankan atau membintangi sebuah film yang diproduksi dengan memerankan tokoh-tokoh yang ada di dalam cerita film tersebut sesuai skenario yang ada.

Keberhasilan sebuah film tidak bisa lepas dari keberhasilan para aktor dan aktris dalam memerankan tokoh-tokoh yang diperankan sesuai dengan tuntutan skenario (cerita film), terutama dalam menampilkan watak dan karakter tokoh-tokohnya. Pemeran dalam sebuah film terbagi atas dua, yaitu pemeran utama (tokoh utama) dan pemeran pembantu (piguran).

Manfaat Menonton Film

Jangan dikira kegiatan menonton hanya untuk hiburan semata. Selain mengasyikkan, menonton film juga banyak manfaatnya. Film merupakan lakon atau gambar hidup. Pasti setiap manusia sudah menonton film apapun itu jenis filmnya seperti film laga, film komedi, film dokumenter, film fantasi. Banyak diantara kita yang bisa menyimpulkan baik dan negatif dari film yang kita tonton.

Namun terkadang ada beberapa manusia yang terkesima dengan akting, pemerannya, aksinya, ataupun kecanggihan teknologi yang berada pada film tersebut sehingga kita jadi lupa akan makna positif yang ada di dalam film tersebut, berikut adalah beberapa manfaat dari menonton film.

1. Menambah Wawasan

Banyak ilmu yang akan kita dapat jika kita menonton banyak film di dalam negri maupun di luar negri namun kita harus bisa menelaah maksud film tersebut, wawasan kita juga bisa bertambah contohnya seperti film The Battle Of Red Cliff yaitu film yang mencertikan sejarah dari China.

Dengan menonton film tersebut kita jadi tau bagaimana cara bertarung jaman dahulu di China, senjata yang dipakai, pakaian yang digunakan, serta strategi yang dipakai untuk melawan musuh, dengan begitu kita jadi lebih banyak wawasan tentang sejarah China. Kita juga bisa mempelajari budaya China, tidak hanya luar negri kita juga bisa mempelajari sejarah serta budaya kita sendiri dengan film seperti Raden kian santang, Tutur tinular.

2. Memberi Inspirasi

Salah satu manfaat nonton film yaitu, seringkali film memberikan sebuah inspirasi. Film mengenai biografi seseorang ataupun tokoh-tokoh sejarah, sekilas sering memberikan kesederhanaan dalam kehidupan. Anda bisa melihat sendiri bagaimana seseorang (baik pria ataupun wanita) bisa bertransformasi menjadi seeorang “pahlawan”.

Di kehidupannya (di lingkungannya) sehingga memotivasi anda untuk melihat kehidupan dalam pespektif yang berbeda. Ya, pada akhirnya kita menyadari orang-orang biasa juga mampu membuat hal-hal besar dalam hidup.

3. Media Ekpresi dan Meningkatkan Imajinasi

Disini lah keahlian seni dan artistik manusia diolah dan dieksplor sedemikian rupa sehingga menghasilkan karya-karya yang mengandung makna dan berkualitas tinggi. Dalam pembuatan film, penemuan kreatifitas, pengembangan ide cerita tanpa menggeser esensi/makna kehidupan yang terkandung dalam film.

Imagination is more important than knowlegde. Knowledge is limited. Imagination encircles the world” Tutur Alber Einstein. Imajinasi sangat penting bagi hidup kita. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Albert Einstein. Imajinasi sangat penting untuk kehidupan kita. Menonton film dapat meningkatkan daya imajinasi dan dengan imajinasi kita dapat berpikir lebih kreatif sehingga dapat dijadikan inspirasi dalam berkarya.

4. Mempermudah Belajar Bahasa Luar Negri

Tidak semua film yang kita tonton adalah film dalam negri, pasti pernah menonton film luar negri dengan menggunakan bahasa luar negri, contoh saja, banyak dari kita yang pastinya sering menonton film hollwood, menonton film tersebut pasti mereka menggunakan bahasa Inggris.

Nah, disini kita dapat belajar lewat pendengaran dan membaca, ketika aktor atau aktris berbicara mendengar serta melihat artinya pada subtittle di film tersebut sehingga anda akan lebih mudah menambah kosa kata bahasa Inggris. Dengan begini anda akan lebih peka dalam pendengaran berbahasa Inggris.

5. Menghilangkan Stres

Nah, kalau yang ini pasti dirasakan banyak individu. Tak jarang dikala penat dan stres sering kali kita menghilangkan rasa ini dengan membuka televisi atau bahkan melihat suatu acara (film) di youtube untuk merilekskan sejenak beban dipikiran. Nah, biasanya untuk menghilangkan rasa stres film bergenre apa yang anda tonton?

Pasti nya film comedy bukan? Menonton menjadi salah satu obat dikala stres. Film komedi yang bagus pasti dapat membuat orang tertawa. Itu yang namanya efek film komedi. Itu adalah salah satu cara untuk meringankan suasana hati dan melepaskan beban pikiran.

Banyaknya khalayak menonton film terutama untuk hiburan. Akan tetapi dalam film terkandung fungsi informatif, maupun edukatif bahkan persuasif. Film nasional dapat digunakan sebagai media edukasi untuk pembinaan generasi muda dalam rangka nation and character building. Fungsi edukasi dapat dicapai apabila film nasional memproduksi film-film sejarah yang objektif atau film dokumenter atau film yang diangkat dari kehidupan sehari-hari secara berimbang.

Menonton film adalah suatu aktivitas yang memberikan hiburan. Disamping memberikan hiburan, kegiatan ini juga berguna untuk melepas stress dan penat yang tengah menggerogoti semangat. Tapi, tak hanya bisa memberikan kita kesenangan, menonton film juga banyak memberikan manfaat

Film dapat memberikan pengaruh yang sangat besar sekali pada jiwa manusia (penonton). Dalam suatu proses menonton sebuah film, terjadi suatu gejala yang disebut oleh ilmu jiwa sosial sebagai identifikasi psikologi. Pernahkah anda merasakan atau bahkan melihat seseorang yang menirukan gaya dari beberapa aktor ataupun pemeran film tersebut. Terkadang seseorang meniru atau menyamakan seluruh pribadinya dengan salah seorang pemeran film.

Nah, maka dari itu untuk menyadari potensi film sebagai media yang dapat menyampaikan pesan-pesan (media komunikasi) pendidikan secara efektif dan mampu mempengaruhi perilaku seseorang maka dibuatlah produksi film pendidikan. Untuk itu sekianlah penjelasan mengenai Film, maka dari itu sampai ketemu diartikel berikutnya..

Load More Related Articles
Load More By admin
  • Memahami Lebih Dalam Tentang Dunia Fotografi

    Siapakah diantara kalian suka dengan dunia fotografi atau yang punya hobi foto-foto objek …
Load More In multimedia
Comments are closed.

Check Also

Dianggap Sebagai Tindakan Pembunuhan, Berikut Pro dan Kontra “Suntik Mati” di Beberapa Negara

Kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi terutama pada bidang kedokteran telah membaw…