Home multimedia Memahami Lebih Dalam Tentang Dunia Fotografi

Memahami Lebih Dalam Tentang Dunia Fotografi

19 min read
0
1,184

Siapakah diantara kalian suka dengan dunia fotografi atau yang punya hobi foto-foto objek yang indah? Dalam artikel ini kita akan membahas mengenai dunia fotografi, jadi buat kamu yang mungkin masih pemula atau masih baru-baru tertarik dengan seni yang satu ini? Silahkan deh simak artikel di bawah ini.

Apa Itu Fotografi?

Fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar dan foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya. Alat paling populer untuk menangkap cahaya ini adalah kamera. Tanpa cahaya, tidak ada foto yang bisa dibuat.

Istilah Fotografi di zaman sekarang ini tentunya sudah tak asing lagi dalam kehidupan sehari-hari. Namun, sebagian besar orang tidak tahu secara detailnya apa yang dimaksud fotografi itu. Hanya sebatas bermain dan mengambil sebuah gambar atau pun objek dengan kamera saja.

Fotografi berasal dari kata dalam bahasa Yunani yaitu “Photos”: cahaya dan “Grafo”: Melukis. Kata fotografi mulai muncul pada abad ke 17 sekitar tahun 1839. Louis-Jacques Mande’ Daguerre (1787-1851) dinobatkan sebagai orang pertama yang berhasil membuat foto yang sebenarnya. Sebuah gambar permanen pada lembaran plat tembaga perak yang dilapisi larutan iodin yang disinari selama satu setengah jam cahaya langsung dengan pemanas merkuri (neon).

Proses ini disebut daguerreotype. Untuk membuat gambar permanen, pelat dicuci larutan garam dapur dan asir suling. Januari 1839, Daguerre sebenarnya ingin mematenkan temuannya itu. Akan tetapi, Pemerintah Perancis berpikir bahwa temuan itu sebaiknya dibagikan ke seluruh dunia secara cuma-cuma.

Fotografi kemudian berkembang dengan sangat cepat. Melalui perusahaan Kodak Eastman, George Eastman mengembangkan fotografi dengan menciptakan serta menjual roll film dan kamera boks yang praktis, sejalan dengan perkembangan dalam dunia fotografi melalui perbaikan lensa, shutter, film dan kertas foto.

Tahun 1950, untuk memudahkan pembidikan pada kamera Single Lens Reflex maka mulailah digunakan prisma (SLR) dan Jepang pun mulai memasuki dunia fotografi dengan produksi kamera Nikon yang kemudian disusul dengan Canon. Tahun 1972 kamera Polaroid temuan Edwin Land mulai dipasarkan. Kamera Polaroid mampu menghasilkan gambar tanpa melalui proses pengembangan dan pencetakan film.

Fotografi juga merupakan salah satu seni. Ya, seni yang paling utama dalam fotografi adalah komposisi, dengan komposisi yang baik maka foto yang dihasilkan akan mempunyai makna dan cerita yang bisa disampaikan. Untuk menghasilkan sebuah hasil karya yang bagus atau menarik ada beberapa faktor yang mendukungnya seperti berikut ini:

  • Faktor yang paling utama adalah faktor pencahayaan karena tanpa cahaya atau pencahayaan yang baik akan terlalu sulit untuk menghasilkan hasil karya yang bagus.
  • Faktor kedua adalah fotografer. Faktor ini juga penting karena tanpa fotografer proses fotografi tidak akan terjadi. Disini fotografer akan dituntut dan diuji seni atau kreatifitasnya untuk menghasilkan sebuah foto yang bagus atau menarik. Fotografer adalah sebuah profesi yang berhubungan dengan fotografi atau juru foto yang membuat gambar dengan cara menangkap cahaya dari subyek gambar dengan kamera maupun peralatan fotografi lainnya dan umumnya memikirkan seni dan teknik untuk menghasilkan foto yang lebih bagus serta berusaha mengembangkan ilmunya.
  • Faktor yang ketiga adalah kamera karena tanpa kamera proses fotografi pun tidak terjadi. Kamera adalah alat pokok pada kegiatan fotografi. Faktor yang terakhir adalah faktor pendukung seperti lensa cadangan, alat bantu cahaya ( lampu flash kamera), reflektor, tripod dan lain-lainnya.

Jenis-Jenis Fotografi

Jika kamu perhatikan dengan seksama, foto dapat dengan mudah kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Entah itu foto atau gambar yang terpampang di surat kabar, majalah dan pameran. Foto-foto itu bisa menampilkan berbagai macam subjek baik itu pemandangan alam, orang, tumbuhan, hewan atau mungkin benda abstrak yang sulit dikenali bentuk aslinya.

Nah tahukah kamu subjek yang kamu lihat itu merupakan jenis-jenis dari fotografi? Ya, sama halnya dengan musik, fotografi ini juga memiliki beberapa jenis. Setiap fotografer tentunya mempunyai satu aliran atau jenis fotografi yang paling disukainya atau didalaminya berdasarkan minat yang dia punya. Berikut ini adalah beberapa jenis dari fotografi beserta penjelasannya:

  • Fotografi Landscape

Fotografi Landscape adalah fotografi pemandangan alam atau dalam pengertian lain adalah jenis fotografi yang merekam keindahan alam. Keindahan alam merupakan anugerah dari Tuhan yang sangat sayang untuk dilewatkan. Kamu bisa mempraktikkan landscape photography dengan memotret pemandangan alam seperti pantai atau gunung.

Dapat juga dikombinasikan dengan yang lain seperti manusia, hewan dan yang lainnya namun tetap yang menjadi fokus utamanya adalah alam. Ada beberapa sub dari fotografi landscape seperti seascape yang lebih fokus ke laut, cityscape yang fokus ke perkotaan dan skyscape yang fokus pada pemandangan langit. Agar hasil landscape photography bagus, kamu perlu mempertimbangkan moment yang tepat untuk memotret. Misalnya ketika saat matahari terbit atau tenggelam jika cuaca sedang cerah.

  • Fotografi Satwa/Wildlife Photography

Fotografi satwa lebih memfokuskan objek pada pengambilan gambar adalah hewan. Kadang hewan berperilaku unik dan jika kita berada di waktu dan tempat yang tepat kita dapat mengabadikan aksi hewan tersebut dan pastinya akan menjadi hasil karya yang menarik.

Memotret kehidupan alam liar di habitat aslinya sungguh menantang bagi siapa saja. Di alam liar, kamu akan bertemu secara langsung dengan aneka jenis hewan yang bebas berkeliaran. Tentu saja itu memberikan sensasi tersendiri dan bisa memicu adrenalin. Apalagi jika hewan yang kamu temui adalah satwa buas seperti singa si raja hutan misalnya. Jenis fotografi ini umumnya hanya dilakukan oleh para fotografer profesional yang menjadi kontributor sebuah media.

  • Fotografi Stage

Buat kamu penggemar musik, suka dengan pertunjukan budaya atau teater, jenis fotografi ini pasti sangat menarik. Kamu bisa memotret secara langsung artis atau penyanyi idola kamu saat mereka tampil di atas panggung. Jenis fotografi ini sering disebut dengan stage photography.

Gerakan orang yang tampil di atas panggung sulit untuk diprediksi. Ditambah lagi dengan tata cahaya (lighting) yang sering berubah-ubah. Oleh karena itu, kecepatan dalam mengambil moment yang tepat menjadi hal penting dalam stage photography.

  • Fotografi Portrait

Fotografi portrait adalah sebuah foto yang mengedepankan detail dari obyek foto untuk menunjukkan karakter dari sebuah obyek foto. Apabila objek adalah manusia, maka pada umumnya mata dari obyek akan lurus menatap kepada kamera. Masing-masing memiliki fitur unik dan kepribadian. Hal inilah yang menjadi kekuatan dalam Portrait Photography.

Bukan sekedar asal jepret, tetapi dalam jenis fotografer dapat mengatur model agar dapat menampilkan bagaimana mimik, kepribadian, suasana hati agar foto yang dihasilkan terlihat lebih terkesan. Maka dari itu, wajah seorang model harus memiliki kesan emosional agar lebih berkesan. Tak hanya itu saja, background, pencahayaan dan gesture juga harus diperhatikan. Namun, barang-barang lain seperti latar belakang, deskripsi atau isyarat juga tidak bisa diabaikan.

  • Fotografi Macro

Fotografi macro adalah jenis fotografi dengan pengambilan gambar dari jarak dekat dengan obyek utama benda-benda kecil. Misalnya saja seperti hewan, tanaman atau bunga yang ada di sekitar kita sering pergi tanpa diketahui dan mata.

Untuk melakukan ini, kamu harus memiliki kamera DSLR atau kamera kamu menggabungkan fitur zoom untuk menangkap detail dari bahan sebagai fotografer. Tapi, fotografer dengan budget terbatas bisa menggunakan close-up filter, extension tube atau reverse ring sebagai alternatif lensa macro.

  • Fotografi Fashion

Keindahan desain pakaian seperti baju dengan aneka motif, celana maupun aksesoris fashion lainnya menjadi titik fokus utama dalam fashion photography. Memang tak bisa dipungkiri, peran model menjadi signifikan dalam fashion photography yang membuatnya sering dicampuradukkan dengan portrait photography.

Keduanya bisa saja hadir dalam waktu yang bersamaan karena sama-sama menampilkan orang. Namun, dalam fashion photography yang menjadi penekanan adalah desain pakaian agar orang yang melihatnya tertarik untuk membeli.

  • Fotografi Pernikahan / Acara Photography

Event pernikahan merupakan moment langka yang mungkin terjadi satu kali seumur hidup. Untuk itulah, moment tersebut menjadi sangat spesial bagi orang-orang yang terlibat di dalamnya dan perlu diabadikan. Lalu muncullah istilah wedding/prewedding photography yang mengabadikan pengantin saat berada di pelaminan maupun kejadian-kejadian sesudah maupun setelahnya.

Dalam ruang lingkup yang lebih luas, wedding photography bisa dikategorikan sebagai event photography. Contoh lain event photography yaitu mengabadikan acara wisuda yang menjadi moment spesial tak terlupakan bagi yang menjalaninya.

  • Fotografi Makanan atau Food Photography

Food photography lebih dari sekadar menampilkan makanan dalam piring agar orang merasa lapar atau timbul selera untuk makan. Sang fotografer harus mampu menciptakan komposisi yang bagus dan memperlihatkan detail atau tekstur makanan. Untuk menampilkan tekstur makanan secara detail, faktor pencahayaan yang bagus menjadi hal yang mutlak diperlukan.

Hal Yang Harus Diketahui Saat Memulai Fotografi

Beberapa hal penting tersebut terkadang terkesan sederhana, tapi justru akan mempengaruhi saat melakukan pemotretan suatu objek. Hal ini tidak lain agar dapat menghasilkan foto yang bagus dan sesuai yang diinginkan. Buat kamu yang baru-baru saja terjun ke dunia fotografi, berikut ini adalah beberapa hal yang harus kamu pelajari terlebih dahulu:

  • Peralatan dan Perlengkapan Yang Sesuai

Sebagai fotografer, senjata utamanya tentu saja sebuah kamera, lensa dan peralatan pendukung lainnya. Namun sebaiknya bawa saja berbagai peralatan tersebut seperlunya, agar tidak ‘ribet sendiri’ saat berada di lokasi pemotretan. Hal ini harus diperhatikan karena peralatan bagus atau banyak tidak menjamin hasil gambar menjadi bagus.

Jadi harus pintar dalam menentukan peralatan mana yang benar-benar diperlukan. Seperti penggunaan lensa wide yang mungkin dimaksudkan untuk gambar yang terkesan luas. Selain itu, pemakaian filter juga harus disesuaikan agar tidak menghilangkan esensi keindahan dari lokasi aslinya.

  • Pahami Lokasi dan Situasi

Melakukan survei sebelum pemotretan bertujuan untuk melihat kondisi agar nantinya bisa didapatkan gambar yang natural. Namun kondisi alam bisa berubah kapan saja dan apa yang diperkirakan bisa meleset. Untuk itu, saat melakukan pemotretan cobalah mengeksplorasi sebanyak mungkin saat berada di lokasi. Seperti melakukan pengambilan gambar dengan beberapa efek pencahayaan dan dari banyak sudut pandang, jauh maupun dekat.

  • Komposisi

Fotografi selalu dibilang sebagai gabungan antara art dan science. Hal teknis yang berhubungan dengan kamera adalah science sedangkan komposisi dan estetika adalah sisi art dari fotografi. Dari sekian banyak bahasan tentang komposisi ada 2 hal yang paling sering muncul sebagai topik utama. Rule of Third dan Dead Center. Kedua istilah ini mengacu pada penempatan POI (Point of Interest) dari foto yang kita ambil.

Jika seorang fotografer terlalu mengikuti rule of third, maka akan sangat sulit untuk menghasilkan gambar terbaik. Kamu akan selalu terganggu dengan komposisi yang kesannya selalu sama di setiap gambar. Jadi, komposisi rule of third bukan segalanya untuk dilakukan dengan alasan untuk hasil memuaskan. Banyaknya objek pada gambar juga bukan berarti hasilnya akan bagus. Simple is beautiful, cari esensi yang membuat gambar memiliki arti tersendiri bagi penikmatnya.

  • Gunakan Intuisi Yang Tinggi

Sebagai fotografer, kamu dituntut memiliki intuisi apakah foto yang bagus adalah yang penuh dengan warna atau mungkin saja akan lebih baik jika foto yang dominan hitam putih justru yang terlihat bagus. Bisa juga dengan mengatur kontras yang lebih dominan pada warna tertentu.

Salah satu yang cukup membutuhkan trik adalah pengambilan objek saat gelap. Misalnya jika ingin dijadikan warna monokrom, maka sebaiknya meningkatkan cahaya dan pada bagian tertentu agar hasilnya bisa tetap detail.

Demikianlah kurang lebih penjelasan mengenai dunia fotografi di atas tersebut. Semoga saja dapat dipahami dan bermanfaat untuk kamu yang baru saja terjun ke dunia fotografi. Sekian dulu dan sampai jumpa lagi…

Load More Related Articles
Load More By admin
  • Film : Pengertian, Jenis Serta Manfaat dan Unsur-Unsurnya

    Film telah berhasil mempertunjukkan gambar-gambar hidup yang seolah-olah memindahkan reali…
Load More In multimedia
Comments are closed.

Check Also

Dianggap Sebagai Tindakan Pembunuhan, Berikut Pro dan Kontra “Suntik Mati” di Beberapa Negara

Kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi terutama pada bidang kedokteran telah membaw…