Home politik Penjelasan Lengkap Tentang Demokrasi

Penjelasan Lengkap Tentang Demokrasi

31 min read
0
905

Demokrasi merupakan salah satu istilah populer dalam politik. Salah satu pengertian demokrasi paling umum yang sering kita dengar adalah kekuasaan dari rakyat. Demokrasi hampir selalu berkonotasi dengan kekuasaan rakyat. Namun demikian, apakah rakyat benar-benar berkuasa dalam demokrasi layak dipertanyakan. Membahas tentang pengertian demokrasi dan berbagai macam bentuknya. Saat ini demokrasi boleh dikatakan sebagai sebuah sistem politik yang paling dominan. Namun demikian, banyak orang memahami demokrasi secara serabutan. Untuk memahami lebih dalam apa arti sebenarnya demokrasi? Yuk baca ulasan berikut ini.

Pengertian Demokrasi

Demokrasi adalah bentuk pemerintahan yang setiap warga negara memiliki hak yang setara dalam pengambilan keputusan yang menentukan hidup mereka. Demokrasi juga dapat diartikan sebagai bentuk pemerintahan yang dipegang oleh rakyat atau rakyatlah yang mempunyai kedaulatan tertinggi. Demokrasi mengizinkan warga negaranya untuk berpartisipasi baik secara langsung atau dengan perwakilan dalam perumusan, pengembangan dan juga pembuatan hukum.

Kata demokrasi berasal dari bahasa Yunani dan berarti sesuatu yang mirip dengan “pemerintahan oleh rakyat”. Isu-isu yang berkaitan dengan demokrasi telah dibahas selama beberapa ribu tahun, tetapi tidak ada definisi tentang istilah yang akan disetujui semua orang di dunia. Ini sebagian karena demokrasi menjadi sesuatu yang terus dikembangkan dan diubah.

Namun, ada beberapa hal yang dapat disepakati banyak orang yang terkait dengan demokrasi, misalnya martabat yang sama dan hak semua orang, kebebasan berpendapat, kebebasan pers dan kebebasan berekspresi, bahwa semuanya sama di mata hukum dan pemilihan yang bebas diadakan.

Disini demokratis sendiri terbagi menjadi dua kata yakni Demos yang mempunyai arti “Rakyat”sementara kata Kratos ini memiliki arti kekuasaan. Demokrasi ini mencakup dengan keadaan kehidupan, sosial dan ekonomi yang mana hal tersebut memungkinkan ketika terjadinya sebuah praktik kebebasan politik baik itu secara bebas atau setara.

Sejarah Demokrasi

Kata “demokrasi” pertama kali muncul pada mazhab politik serta filsafat Yunani kuno di negara kota Athena. Kekuasaan tersebut dipimpin oleh Cleisthenes yang merupkan “bapak demokrasi Athena”. dan pada saat itulah warga Athena mendirikan negara demokrasi pertama yang terjadi pada tahun 508-507 SM. Zaman Kuno ini tentunya terjadi pada negara kota Yunani yaitu Athena. Negara kota Athena pada saat itu memakai jenis dasar kekuasaan demokrasi langsung. Dan juga hal tersebut memiliki dua ciri utama.

Ciri utama yang pertama yaitu pemilihan acak warga yang biasa mengisi jabatan administratif serta yudisiala di dalam pemerintahan. Dan yang kedua, bahwa majelis legislatif terdiri dari semua warga negara Athena.

Seluruh warga negara Athena diperbolehkan memberikan suara dan boleh berbicara di majelis. Pemberian itu diperbolehkan jika memenuhi ketentuan, sehingga hal tersebut akan menciptakan hukum di negara-kota Athena.

Akan tetapi, di dalam kewarganegaraan Athena tidak mencakup wanita, budak, orang asing (μέτοικοι metoikoi), non-pemilik tanah, serta pria dibawah usia 20 tahun. Hanya orang-orang yang memenuhi ketentuan yang dapat menjadi kewarganegaraan Athena.

Dari sekitar 200.000 sampai 400.000 penduduk Athena, hanya 30.000 sampai 60.000 yang merupakan warga negara. Sebagian besar dari seluruh penduduk kewarganegaraan sangat berkaitan dengan pemahamah tentang kewarganegaraan di masa itu. Hampir sepanjang zaman kuno, manfaat kewarganegaraan selalu dikaitkan dengan kewajiban ikut serta dalam peperangan.

Demokrasi pada negara kota Athena tidak hanya bersifat langsung dalam artian bahwa keputusan dibuat oleh majelis. Akan tetapi, sangat langsung dalam artian rakyat, melalui majelis, boule, serta pengadilan. Juga mengendalikan seluruh proses politik serta sebagian besar warga negara akan terus terlibat dalam masalah urusan publik.

Walaupun hak-hak individu sangat tidak dijamin oleh konstitusi Athena, warga negara Athena sangat menikmati akan kebebasan tanpa menentang pemerintah. Tinggal di sebuah kota yang tidak dikuasai oleh kekuatan lain dan juga menahan diri dari perintah orang lain.

Pada 700 SM tepatnya di Sparta dilakukannya Pemungutan suara kisaran pertama. Penduduk Sparta melakukan pemilihan pemimpin dengan cara pemungutan suara kisaran dan berteriak. Pemilihan dilakukan di Apella, merupakan majelis rakyat yang hanya diadakan satu kali dalam sebulan.

Setiap warga negara yang diperbolehkan ikut serta dalam majelis hanya pria dengan usia 30 tahun. Aristoteles menyebutkan bahwa hal ini “kekanak-kanakan”, sangat berbeda dengan pemakaian kotak suara batu layaknya warga negara Athena.

Sparta memakai cara ini agar mencegah pemungutan bias, pembelian suara, maupun kecurangan yang mendominasi pemilihan-pemilihan demokrasi pertama. Hal tersebut juga karena kesederhanaan dari warga negara Sparta. Republik Romawi banyak yang berkontribusi atas berbagai aspek demokrasi. Hanya sebagian kecil dari mereka saja yang memiliki hak dalam bersuara dalam pemilihan wakil rakyat.

Ditambah melalui sistem gerrymandering suara kaum berkuasa, membuat banyaknya pejabat tinggi termasuk para anggota Senat, semua berasal dari keluarga kaya serta ningrat. Namun banyak pengecualian yang terjadi. Di area dunia barat, Republik Romawi merupakan pemerintah pertama yang berbentuk kekuasaan Republik, walau demokrasinya tidak terlalu menonjol. Mereka menciptakan konsep klasik serta karya-karya di zaman Yunani kuno untuk terus dilindungi.

Tidak hanya itu, pemerintahan yang terjadi di bangsa Romawi terispirasi dari para pemikir politik pada abad selanjutnya. Dan bangsa Romawi merupakan model pemerintahan utama yang banyak ditiru oleh negara-negara lainnya. Namun bukanlah bangsa Yunani yang meniru, karena kekuasaan agung bangsa Romawi dipegang oleh rakyat dan perwakilan yang memilih serta mencalonkan untuk menjadi seorang pemimpin.

Macam- Macam Demokrasi

Demokrasi memiliki beberapa macam, namun hanya ada dua bentuk dasar dari kekuasaan ini. Kedua dasar tersebut menjelaskan bagaimana cara seluruh rakyatnya dapat menjalankan keinginannya. Maka dari itu Demokrasi banyak dipakai suatu negara dengan banyak macam-macamnya. Jadi, mengenai macam-macam demokrasi dapat dikelompokkan dalam beberapa pembagian antara lain sebagai berikut.

a. Macam-Macam Demokrasi Berdasarkan Penyaluran Kehendak Rakyat

  • Demokrasi Langsung (Direct Democracy): Pengertian demokrasi langsung adalah demokrasi yang secara langsung dalam melibatkan rakyat untuk pengambilan keputusan terhadap suatu negara. Demokrasi langsung, rakyat secara langsung berpartisipasi dalam pemilihan umum dan menyampaikan kehendaknya.
  • Demokrasi Tidak Langsung (Indirect Democracy): Pengertian demokrasi tidak langsung adalah demokrasi yang tidak secara langsung melibatkan seluruh rakyat suatu negara dalam pengambilan keputusan. Demokrasi tidak langsung, rakyat menggunakan wakil-wakil yang telah dipercaya untuk menyampaikan aspirasi dan kehendaknya. Sehingga dalam demokrasi tidak langsung wakil rakyat terlibat secara langsung dengan menajd perantara seluruh rakyat.

b. Macam-Macam Demokrasi Berdasarkan Fokus Perhatiannya

  • Demokrasi Formal: Pengertian demokrasi formal adalah demokrasi yang berfokus dari bidang politik tanpa mengurangi kesenjangan ekonomi
  • Demokrasi Material: Pengertian demokrasi material adalah demokrasi yang berfokus di bidang ekonomi tanpa mengurangi kesenjangan politik.
  • Demokrasi Gabungan: Pengertian demokrasi gabungan adalah demokrasi yang berfokus sama besar baik di bidang politik dan ekonomi.

c. Macam-Macam Demokrasi Berdasarkan Prinsip Ideologi

  • Demokrasi Liberal: Pengertian demokrasi liberal adalah demokrasi yang didasarkan dari hak individu suatu warga negara. Demokrasi liberal dimana setiap individu dapat mendominasi dalam demokrasi ini. Pemerintah tidak akan banyak ikut campur dalam kehidupan masyarakat dimana pemerintah memiliki kekuasaan terbatas. Demokrasi liberal disebut juga dengan demokrasi konstitusi yang dibatasi oleh konstitusi.
  • Demokrasi Komunis: Pengertian demokrasi komunis adalah demokrasi yang berdasarkan dari hak pemerintah di negaranya dimana pemerintah mendominasi atau kekuasaan tertinggi dipegang oleh penguasa atau pemerintah. Demokrasi komunis tidak dibatasi dan bersifat totaliter yang membuat hak setiap individu tidak ada pengaruhnya pada pemerintah.

Demokrasi Pancasila: Pengertian demokrasi pancasila adalah demokrasi yang didasarkan dari ideologi Indonesia, yaitu Pancasila berdasrkan dari tata sosial dan budaya bangsa Indonesia. Demokrasi Pancasila merupakan yang dianut Indonesia.

Ciri-Ciri Demokrasi

Demokrasi dicirikan oleh kesejahteraan umum individu. Keputusan dibuat sesuai keinginan mayoritas. Kadang-kadang, kondisi demokrasi ini dapat mempengaruhi minoritas yang tidak setuju dengan apa yang diinginkan mayoritas.

Namun, demokrasi juga dicirikan dengan menghormati hak-hak minoritas, karena alasan ini, kebutuhan dan pendapat mereka diperhitungkan dan pada beberapa kesempatan dapat mencegah keputusan yang diambil oleh mayoritas dijalankan.

Saat ini bentuk demokrasi yang paling umum di dunia adalah perwakilan, di mana warga memilih wakil untuk membuat keputusan politik, merumuskan undang-undang dan mengelola program yang mempromosikan kebaikan bersama. Demokrasi digambarkan dalam suatu pemerintah didasarkan atas sistem demokrasi adalah sebagai berikut:

  • Pemerintahan Rakyat

Keputusan yang akan dan pasti dilaksanakan harus berdasarkan keputusan oleh rakyat, dari mulai kepentingan hingga keinginan para warga negara. Pemerintah disini hanya bertindak sebagai pelaksana dan yang mengambil keputusan dalam ketentuan adalah rakyat.

  • Ciri Kekuasaan

Terdapat pemisahan serta pembagian kekuasaan antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah dalam sistem demokrasi. Pemisahan ini dilakukan karena setiap daerah memiliki budaya dan potensi sumber daya yang berbeda-beda. Semua itu tergantung dari pada penduduk di daerah tersebut.

  • Ciri Pemilihan

Sistem demokrasi pada ciri ini menggunakan pemilihan umum sebagai sarana dalam menentukan pihak yang akan bertanggung jawab dalam pemerintahan. Sarana politik ini dilaksanakan setiap beberapa tahun sekali. Hal itu mempunyai maksud regenerasi wakil rakyat yang baru dan pemuda kompeten.

  • Ciri Tanggung Jawab

Setelah wakil rakyat terpilih, ialah yang harus dan akan bertanggung jawab penuh atas amanat yang telah diberikan dan dibebankan oleh rakyat kepadanya. Pertanggung jawaban tersebut akan diatur dalam undang-undang sehingga wakil rakyat tidak berlaku sewenang-wenang. Apabila tidak dipenuhi, maka rakyat dapat mengutarakan pendapat untuk memberhentikannya sesuai keinginan mereka.

  • Ciri Konstutional

Segala sesuatu yang bersangkutan dengan konstitusi suatu negara merupakan ciri dari demokrasi konstitusional. Hal ini sangat berkaitan dengan kepentingan, kekuasaan, serta keinginan rakyat dalam demokrasi. Dengan catatan tertulis dalam konstitusi serta undang-unang negara yang menganut sistem pemerintahan demokrasi ini.

  • Ciri Perwakilan

Ciri perwakilan yang dimaksud dalam alinea ini merupakan dalam sistem demokrasi. Kedaulatan hak atas warga negara akan diwakilkan oleh beberapa orang yang terpilih dan pipilih oleh rakyat sebelumnya. Wakil rakyat tersebutlah yang dapat mengatur negara berdasarkan amanat yang akan dibebankan rakyat terhadapnya.

  • Ciri Kepartaian

Partai merupakan sebuah kelompok atau media yang akan melaksanakan sistem politikpemerintahan demokrasi. dengan adanya media partai ini, maka rakyat dapat menentukan wakil yang akan bertugas dalam menjalankan sistem pemerintahan tersebut.

Prinsip-Prinsip Demokrasi

Selain adanya karakter/ ciri-ciri demokrasi. Terdapat pula ciri-ciri yang dilakukan oleh pemerintah dalam menjalankan sistem demokrasi. Hal tersebut memungkinkan adanya proses dalam praktik kebebasan politik. Adapun prinsip-prinsip penting yang terkandung dalam pemerintahan demokrasi antara lain sebagai berikut:

1. Prinsip Proses Hukum Yang Adil

Negara harus memastikan warga memperlakukan perlakuan yang sama dengan pertimbangan dan rasa hormat. Semua otoritas harus dipraktikkan sesuai dengan hukum dan peraturan, dan administrasi harus mematuhi prosedur yang telah ditentukan, netral, dan diketahui ketika menegakkan hukum. Tujuan dari prosedur tersebut adalah untuk melindungi warga dari perawatan acak dan tidak bermartabat.

2. Prinsip Keterbukaan

Untuk dapat mengendalikan negara, keputusan dibuat oleh badan terpilih, administrasi dan pengadilan. Akses terhadap informasi juga penting bagi pembentukan opini yang bebas dan untuk membuat proses pengambilan keputusan yang independen di antara warga negara. Ini berlaku untuk keberadaan media yang bebas dan independen juga.

3. Asas Keterlibatan

Semua warga negara tanpa memandang status sosial, jenis kelamin, atau latar belakang etnis harus memiliki kesempatan yang sama untuk mengambil bagian dalam hak-hak sosial.

Tradisi demokrasi Denmark juga menekankan bahwa warga merespon secara aktif terhadap isu-isu politik. Hal ini didorong melalui pemerintah daerah yang berbeda, sebagian melalui inisiatif berbasis warga yang berbeda seperti perpanjangan dewan dan dewan kehadiran populer dan keterlibatan asosiasi dan warga dalam kinerja tugas publik.

4. Prinsip Debat Publik

Meskipun debat publik bukan ekspresi prioritas parlemen lewat resolusi tanpa debat publik sebelumnya. Sebagai tambahan terhadap aturan tidak tertulis dari debat publik, ada harapan bahwa input publik akan dibuktikan di depan publik, dan bahwa pencapaian kesamaan akan dicoba. Prinsip debat publik didasarkan pada tingkat toleransi yang tinggi: Untuk dapat tinggal di ruangan yang sama meskipun kita tidak setuju secara agama atau politik.

5. Prinsip Audiensi Publik

Tradisi demokrasi Denmark telah mengembangkan praktik di mana kedua pihak yang terlibat terlibat dalam implementasi. Dalam banyak kasus, organisasi, asosiasi dan konfederasi, dll. Diundang ke audiensi, tetapi juga dapat berupa kelompok kepentingan seperti kelompok pengguna dan kelompok penduduk.

Kelebihan Dan Kekurangan

Demokrasi adalah jenis sistem politik yang membutuhkan suara populer (pemilihan perwakilan) untuk mengambil tempat untuk memilih pemimpin negara dan pejabat lainnya. Sederhananya, para pemimpin dipilih oleh orang-orang. Banyak negara paling sukses di dunia, termasuk AS, beroperasi di bawah bentuk pemerintahan yang demokratis. Meskipun demokrasi dicatat sebagai salah satu sistem pemerintahan paling efisien yang pernah ada, namun tidak tanpa kerugian. Mari kita lihat kelebihan dan kekurangannya.

Kelebihan Dari Demokrasi

  • Melindungi kepentingan warga

Seperti yang dinyatakan sebelumnya, warga negara di negara demokratis diberi hak untuk memilih masalah politik, sosial dan ekonomi, terutama perwakilan yang mereka ingin bertanggung jawab membuat keputusan besar, seperti presiden. Ini dapat sangat melindungi orang-orang dari apa pun yang mereka tidak akan setuju untuk terjadi.

  • Ini mencegah monopoli otoritas

Karena kenyataan bahwa pemerintah terikat dengan istilah pemilu di mana partai bersaing untuk mendapatkan kembali otoritas, demokrasi mencegah monopoli otoritas yang berkuasa. Dan, partai berkuasa yang terpilih akan memastikan kebijakan mereka akan bekerja untuk rakyat, karena mereka tidak akan dapat tetap berkuasa setelah masa jabatan mereka dengan catatan buruk – mereka tidak akan terpilih kembali.

  • Ini mempromosikan kesetaraan

Umumnya, demokrasi didasarkan pada aturan persamaan, yang berarti bahwa semua orang setara sejauh menyangkut hukum. Setiap orang berhak untuk mengalami dan menikmati hak-hak politik, sosial dan ekonomi yang setara, dan negara tidak diperbolehkan untuk mendiskriminasinya mengenai standar seks, kelas, agama dan properti.

  • Itu membuat administrasi yang bertanggung jawab dan stabil.

Ketika ada wakil terpilih dan tetap, pemerintah yang lebih bertanggung jawab dibentuk. Dengan demikian, demokrasi dapat menjadi efisien, kokoh dan stabil. Pemerintahannya diperintah dan dilakukan dengan rasa dedikasi, dan orang-orang di bawah sistem ini membahas masalah dan masalah secara menyeluruh untuk menghasilkan keputusan yang masuk akal.

  • Ini membawa perasaan kewajiban terhadap warga

Otoritas yang berkuasa berutang keberhasilan mereka untuk pemilihan oleh warga, sehingga mereka akan merasa bersyukur dan bertanggung jawab secara sosial untuk mereka. Ini dapat berfungsi sebagai faktor motivasi mereka untuk bekerja bagi warga, karena mereka berhak memilih pemerintah mereka.

  • Ini menanamkan pendidikan politik kepada rakyat

Satu argumen yang mendukung demokrasi adalah bahwa ia dapat berfungsi sebagai sekolah pelatihan bagi warga negara mereka didorong untuk mengambil bagian dalam urusan negara. Selama pemilu, partai politik mengusulkan program dan kebijakan mereka untuk mendukung kandidat mereka melalui pertemuan publik, demonstrasi, televisi, radio, poster dan pidato oleh para pemimpin mereka untuk memenangkan dukungan publik. Semua ini dapat menanamkan kesadaran politik di antara orang-orang.

  • Ini membantu warga negara yang baik

Demokrasi bertujuan untuk menciptakan lingkungan ideal yang kondusif untuk peningkatan kepribadian, pengembangan karakter dan kebiasaan yang baik. Menurut para ahli, sistem politik ini tampaknya berfungsi sebagai sekolah pertama untuk kewarganegaraan yang baik, di mana individu dapat belajar tentang hak dan kewajiban mereka sejak lahir hingga saat kematian.

  • Ini memungkinkan sedikit kemungkinan revolusi

Karena sistem ini didasarkan pada kehendak publik, akan ada sedikit atau tidak ada kesempatan pemberontakan publik. Perwakilan yang terpilih melakukan urusan negara dengan dukungan publik, dan jika mereka tidak bekerja secara efisien atau tidak memenuhi harapan publik, mereka mungkin tidak akan melakukannya dengan baik selama pemilihan berikutnya. Demokrasi atau pemerintahan populer lainnya sering berfungsi dengan konsensus, sehingga pertanyaan tentang revolusi tidak akan muncul.

  • Ini mempromosikan perubahan

Sistem politik ini dapat mendorong perubahan dalam pemerintahan tanpa harus menggunakan segala bentuk kekerasan. Ini mencoba untuk membuat warga merasa hebat dan bahkan memberi mereka rasa partisipasi dan keterlibatan yang baik.

Kekurangan Dari Demokrasi

  • Ini mungkin memungkinkan penyalahgunaan dana publik dan waktu

Pemerintahan yang demokratis dapat mengakibatkan terbuangnya waktu dan sumber daya, mengingat dibutuhkan waktu yang sangat lama dalam merumuskan undang-undang dan membutuhkan banyak uang untuk dibelanjakan selama pemilu. Juga sangat mungkin bahwa negara akan diperintah oleh pemimpin yang tidak kompeten dan tidak bertanggung jawab yang hanya akan menghabiskan dana publik untuk tur dan rekreasi mereka sendiri.

  • Menghasut korupsi

Mereka yang dipilih untuk berkuasa mungkin menggunakan cara yang tidak etis untuk kepentingan pribadi dan terlibat dalam praktik korupsi. Selama masa jabatan mereka di kantor, mereka mungkin mengambil keuntungan dari otoritas untuk keuntungan pribadi, menempatkan kepentingan massa di kursi belakang.

  • Berisiko salah memilih pegawai negeri

Sejujurnya, tidak semua individu di bawah pemerintahan demokratis sadar akan keadaan politik dan sosial di negara mereka. Dalam sistem pemungutan suara, mayoritas menang, dan tidak ada perbedaan antara suara yang diberikan oleh yang terpelajar dan yang buta huruf. Orang-orang dapat memilih kandidat berdasarkan faktor-faktor lain selain kemampuan yang murni dan diperlukan. Mempertimbangkan hal-hal ini, pejabat terpilih mungkin tidak selalu menjadi orang yang tepat untuk kursi, yang mengarah ke keputusan yang salah.

  • Ini memungkinkan tidak menggunakan hak untuk memilih

Sayangnya, di beberapa negara demokratis, orang gagal menggunakan hak pilihnya. Mungkin, mereka enggan untuk melakukannya atau hanya kurang sadar tentang dampak suara mereka. Atau, mungkin mereka tidak melihatnya sebagai hak istimewa dan menganggap proses itu kurang serius.

  • Ini mungkin lebih menekankan pada kuantitas, daripada kualitas

Kerugian lain dari demokrasi adalah dalam hal memberikan layanan ia cenderung lebih menekankan pada kuantitas, daripada kualitas. Juga, mengingat bahwa sistem tersebut mungkin diatur oleh pemimpin yang tidak bertanggung jawab dan tidak kompeten, persamaan mungkin dipertanyakan karena hanya yang kaya dan terkenal yang dapat diprioritaskan lebih dari orang miskin.

  • Butuh waktu lama untuk membuat keputusan

Karena butuh waktu lama untuk membuat keputusan, itu juga akan memakan waktu lama untuk menerapkannya. Tidak seperti dalam monarki di mana satu orang membuat keputusan yang dilaksanakan dengan cepat, demokrasi membutuhkan suara mayoritas dalam implementasi, sehingga relatif kurang cepat dalam mengambil tindakan.

  • Ini mungkin melibatkan praktik amoral selama pemilihan

Untuk memancing massa, kampanye pemilihan mungkin melibatkan praktik amoral, di mana kandidat akan menggunakan kekuatan otot untuk menarik mayoritas suara, bahkan mencoba untuk menodai reputasi lawan mereka. Uang dan kekuasaan dapat disalahgunakan untuk mempengaruhi orang-orang untuk mengabaikan pihak-pihak yang bertikai.

Sebagai rakyat, sekarang kita mempunyai kekuatan yang tidak bisa dianggap remeh di dunia. Ada baiknya jika kita memanfaatkan kemudahan komunikasi ini dengan suatu tindakan yang baik. Seperti memberi saran dan masukan untuk pemerintahan agar lebih pro lagi, yang bisa memberikan kritikan bila kinerja pemerintahan sedang turun. Namun semua tetap harus dalam koridor kesopanan. Karena kita adalah manusia yang beradab, maka sampaikanlah perkataan maupun tulisan kita sebaik mungkin. Semoga demokrasi di Indonesia menuju ke arah yang semakin baik lagi kedepannya.

Load More Related Articles
Load More By admin
Load More In politik
Comments are closed.

Check Also

Dianggap Sebagai Tindakan Pembunuhan, Berikut Pro dan Kontra “Suntik Mati” di Beberapa Negara

Kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi terutama pada bidang kedokteran telah membaw…