Home Teknologi Memahami Apa Itu “Topologi Hybrid”?

Memahami Apa Itu “Topologi Hybrid”?

21 min read
0
546

Salah satu topologi jaringan yang cukup banyak diterapkan terhadap jaringan berskala besar adalah Topologi Hybrid. Topologi Hybrid dibentuk berasal dari beragam topologi dan teknologi jaringan. Topologi ini kerap digunakan oleh perusahaan yang mengambil alih perusahaan lain. Sebab kala jaringan berasal dari ke dua perusahaan berikut wajib disatukan, maka akan berlangsung penggabungan teknologi dan topologi jaringan yang berbeda.

Nah, selain menentukan penempatan berbagai komponen jaringan, jenis topologi jaringan yang dipakai dalam suatu jaringan menentukan pemetaan aliran data antar komponen dalam jaringan. Ada bermacam jenis topologi jaringan yang sering digunakan saat ini, baik untuk jaringan skala kecil seperti di rumah hingga untuk jaringan skala besar seperti dalam perusahaan.

Setiap topologi memiliki karakteristik yang berbeda-beda dan mempunyai kelebihan dan kekurangannya sendiri. Namun pada kesempatan kali ini saya akan membahasa mengenai penjelasan dari “Topologi Hybrid” Untuk itu mari kita simak uraian dibawah ini.

Pengertian Topologi Hybrid

Topologi Hybrid adalah penggabungan dari beberapa (bisa dua atau lebih) topologi jaringan yang berbeda-beda. Misalkan suatu jaringan yang memakai topologi Ring, lalu digabungkan dengan jaringan lain yang menggunakan topologi Star, maka topologi baru tersebut disebut dengan Topologi Hybrid. Pilihan pada topologi hybrid dilakukan ketika ada lebih dari dua dasar topologi bekerja pada satu tempat yang harus dihubungkan satu sama lainnya.

Jika topologi bintang yang terhubung ke topologi bintang lainnya, hal ini masih topologi star. Namun, bila topologi star dan topologi bus terhubung ke satu sama lainnya maka didefinisikan sebagai topologi hybrid. Seringkali ketika topologi terhubung satu sama lainnya sehingga tata letak topologi yang dihasilkan sulit difahami meskipun topologi yang baru bekerja tersebut mungkin tanpa masalah.

Sebagai contoh,

sebuah jaringan pohon terhubung ke jaringan pohon masih topologi jaringan pohon. Sebuah topologi hybrid selalu diproduksi ketika dua topologi jaringan dasar yang berbeda terhubung. Dua contoh umum untuk jaringan Hybrid adalah: Bintang cincin jaringan dan jaringan bintang bus

Topologi ini seringkali menghasilkan tata letak topologi yang rumit, sulit dipahami, sebab menggabungkan berbagai struktur topologi. Meskipun demikian penggunaan topologi ini jarang menimbulkan masalah.

Perangkat Jaringan dalam Topologi Hybrid

1. Hub

Hub merupakan sebuah perangkat jaringan yang berfungsi untuk menghubungkan seluruh komputer dalam jaringan. Hub merupakan titik pusat jaringan yang berfungsi untuk menerima sinyal dari sebuah unit komputer lalu kemudian mentransfer sinyal tersebut kekomputer lainnya. Hub juga dapat menguatkan sinyal yang ditransmisikan melalui kabel UTP.

Hub berfungsi sebagai perangkat keras penerima sinyal dari sebuah komputer dan merupakan titik pusat yang menghubungkan ke seluruh komputer dalam jaringan tersebut. Hub juga berperan sebagai penguat sinya kabel UTP, konsentrator dan penyambung. Berdasarkan fungsinya, Hub dibedakan menjadi dua macam, yaitu :

Hub Pasif: Merupakan Hub yang berfungsi sebagai pemisah atau pembagi jaringan. Akan tetapi, tidak melakukan penguatan sinyal sehingga hub ini tidak membutuhkan tenaga listrik tambahan.
Hub Aktif: Berfungsi sebagai penghubung jalur secara fisik dan penguat sinyal dalam jaringan. Akan tetapi, Hub Aktif membutuhkan tenga listrik tambahan untuk bisa bekerja.

2. Switch

Switch mempunyai manfaat yang serupa bersama dengan Hub, yakni sebagai penghubung didalam jaringan. Namun berbeda bersama dengan hub, cakupan luas jaringan dari switch lebih besar. Selain itu switch punyai kecepatan yang lebih tinggi daripada hub. Switch bekerja terhadap layer 2 dan layer 3 jaringan, pilih kemana paket knowledge bakal dikirim atau di terima berdasarkan alamat MAC terhadap NIC (Network Interface Card). Sistem ini mengindarkan terjadinya collision (tabrakan data) terhadap jalur knowledge didalam jaringan.

Selain Hub dan Switch, topologi ini termasuk gunakan perangkat jaringan lain yang digunakan terhadap topologi jaringan yang digabungkannya. Misalnya router, acces point, LAN Card atau Wireless Card, dan semacamnya. Kabel jaringan yang digunakan terhadap topologi ini termasuk terkait jenis-jenis topologi jaringan yang membangun topologi hybrid ini.

Kelebihan dan Kekurangan Topologi Hybrid

Topologi Hybrid merupakan salah satu topologi jaringan komputer yang populer karena kelebihan Topologi hybrid memiliki nilai plus dibanding topologi lainnya dan sudah terbukti menjadi salah satu bentuk terbaik untuk kebutuhan jaringan komputer skala besar. Namun, dengan demikian tidak berarti topologi hybrid tidak memiliki kekurangan. Nah, untuk mengetahui kelebihan dan kekuranganya. Kita simak ulasan dibawah ini.

1. Kelebihan Topologi Hybrid

  • Dapat menggabungkan dari beberapa topologi jaringan yang berbeda-beda.
  • Fleksibel dan efisien, maksudnya dapat diterapkan pada lingkungan jaringan yang berbeda-beda.
  • Kustomisasi.
  • Aliran data yang terdapat mampu berjalan sempurna.
  • Lebih mudah untuk menambahkan koneksi peripheral yang baru, walaupun topologi jaringannya berbeda.
  • Jika ada salah satu link yang terdapat gangguan jaringan, maka bagian jaringan lainnya tidak akan mengalami gangguan juga.
  • Jenis topologi dapat dikombinasikan dengan jenis-jenis topologi jaringan komputer lain tanpa harus membuat perubahan apapun pada topologi yang telah ada.
  • Kecepatan topologi konsisten, seperti menggabungkan kekuatan dari masing-masing topologi dan menghilangkan kelemahannya. Oleh sebab itu topologi jaringan hybrid sangat efisien.
  • Kelebihan topologi hybrid yang paling penting adalah mengabaikan kelemahan topologi berbeda yang terhubung dan hanya akan dipertimbangkan segi kekuatannya walaupun topologi jaringan hybrid kelihatan sangat rumit tapi merupakan solusi untuk perluasan jaringan tanpa harus merombak topologi jaringan yang teleh terbangun sebelumnya.

2. Kekurangan Topologi Hybrid

  • Pengelolaan jaringan cenderung sulit, karena penggabungan sebagian topologi sebabkan struktur jaringan menjadi rumit dan sukar dipahami.
  • Biaya untuk membangun topologi ini cukup mahal, karena gunakan banyak hub dan kabel untuk menghubungkan jaringan.
  • Biaya perawatan jaringan termasuk cukup mahal. Hub harus terus bekerja meskipun keliru satu node di dalam jaringan tidak bekerja, karena hub harus mengelola sebagian model jaringan sekaligus.
  • Instalasi dan konfigurasi jaringan rumit, karena harus menghubungkan sebagian topologi yang tidak serupa dan dikala yang mirip termasuk harus memastikan semua node berfungsi bersama dengan baik.

Jenis-Jenis Topologi Jaringan

Secara umum, Pengertian Topologi Jaringan adalah sebuah pola interkoneksi dari beberapa terminal komputer. Topologi jaringan menghubungkan dua komputer atau lebih yang membentuk suatu pola yang geometris dengan saling terkoneksi yang didasarkan pada biaya, kecepatan akses data, skala jaringan dan pengguna. Menghubungkan dua komputer atau lebih berdasarkan geometris antara unsur-unsur dasar penyusun jaringan yang terbagi 3 yaitu node, link dan danstation.

Dalam setiap jenis topologi jaringan memiliki berbagai bentuk, pola atau gambar yang berbeda dengan kelebihan dan kekurangan dalam penggunaan topologi jaringan tersebut. Topologi jaringan terbagi atas 6 jenis. Dan berikut ulasan mengenai jenis topologi jaringan.

1. Topologi Ring

Adalah topologi yang menghubungkan kompter satu dengan kompter yang satunya dan seterusnya, sehingga berbentuk melingkar. Topologi ring juga disebut dengan topologi cincin. Pada umumnya topologi ring menggunakan LAN Card dalam menghubungkan setiap komputer.

  • Kelebihan Topologi Ring
  1. Kecepatan dalam pengiriman tinggi
  2. Mampu melayani traffik yang padat
  3. Komunikasi antara terminal mudah
  4. Tidak diperlukannya host
  5. Lebih murah
  6. Penggunaan kabel yang sedikit
  7. Pengaksesan data yang optimal
  8. Mudah dalam perancangannya
  • Kelemahan Topologi Ring
  1. Kerusakan pada salah komputer, dapat melumpuhkan jaringan.
  2. Kinerja komunikasi bergantung dari banyaknya node yang terdapat pada jaringan.
  3. Perubahan jumlah perangkat yang sulit.
  4. Pengiriman video, suara, dan data yang buruk.
  5. Memerlukan penaganan dan pengelolaan khusus bandles.

2. Topologi Bus (Bus Topology)

Pada Topologi Jaringan Bus, komputer – komputer saling di hubungkan ke dalam kabel khusus . Pada penyambungan topologi bus, komputer-komputer dirangkai dalam sebuah rangkaian yang sejajar .

  • Keuntungan Penggunaan Topologi Bus
  1. Biaya Pembuatan Jaringan Lebih Mudah Karena Kabel yang digunakan Tidak Banyak.
  2. Layout yang Sederhana.
  3. Instalasi Pemasangan mudah Dan Sederhana.
  • Kerugian Penggunaan Topologi Bus
  1. Lalu lintas komunikasi padat sehingga akses cenderung melambat.
  2. Terjadi pengurangan sinyal pada titik terjauh dari server.
  3. Deteksi kerusakan cukup sulit.
  4. Kerusakan pada salah satu cliet akan mematikan seluruh sistem jaringan ini.

3. Topologi Pohon (Tree Topology)

Pada Topologi Pohon sebuah komputer dihubungkan sehingga menghasilkan sebuah konfigurasi berbentuk pohon. Sebuah komputer yang berada di pucuk Topologi berfungsi sebagai server .

  • Keuntungan Penggunaan Topologi Pohon
  1. Pengembangan jaringan cenderung fleksibel.
  2. Kerusakan sistem dapat dengan mudah di deteksi.
  3. Kerusakan pada client tidak akan mempengaruhi sistem pada jaringan.
  • Kerugian Menggunakan Topologi Pohon 
  1. Biaya pembuatan sangat tinggi karena kabel yang di gunakan cukup banyak.
  2. Terjadinya pengurangan sinyal pada komputer yang letaknya terjauh dari server.

4. Topologi Mesh

Topologi yang tidak memiliki aturan dalam koneksi. Karena tidak teratur maka kegagalan komunikasi menjadi sulit dideteksi dan ada kemungkinan boros dalam pemakaian media transmisi. Setiap perangkat terhubung secara langsung ke perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan. Akibatnya, dalam topologi mesh setiap perangkat dapat berkomunikasi langsung dengan perangkat yang dituju (dedicated links).

  • Kelebihan Topologi Mesh
  1. Keamanan yang terbilang baik.
  2. Besar bandwidth yang cukup lebar.
  3. Pemrosesan dan pngiriman data yang cepat.
  4. Tidak perlu khawatir terhadap tabrakan data.
  • Kelemahan Topologi Mesh
  1. Biaya yang cukup mahal karena menggunakan banyak kabel dan Port.
  2. Biaya pemasangan yang sangat besar.
  3. Instalasi dan konfigurasi yang sulit dan rumit.

5. Topologi Peer to Peer

Adalah topologi yang menggunakan dua komputer untuk saling terhubung dengan satu kabel penghubungnya. Topologi Peer to Peer biasanya menggunakan 10 komputer dan 1-2 printer.

  • Keuntungan Topologi Jaringan Peer to Peer
  1. Biaya pengadaan lebih murah karena tidak memerlukan komputer server maupun perangkat penghubung jaringan
  2. Masing-masing komputer dapat berperan sebagai client maupun server.
  3. Instalasi jaringan yang cukup mudah.
  • Kelemahan Topolgi Jaringan Peer to Peer
  1. Keamanan pada topologi jenis ini bisa dibilang sangat rentan. karena setiap komputer memiliki sistem scurity yang berbeda-beda.
  2. Sulit dikembangkan.
  3. Sistem keamanan di konfigurasi oleh masing-masing pengguna.
  4. Troubleshooting jaringan bisa dibilang rumit.
  5. Topologi Peer to Peer memiliki konsep penyimpanan data pada setiap komputer sehingga jika salah satu komputer mengalami gangguan maka akses data pada komputer tersebut akan terganggu.

6. Topologi Jaringan Star

Topologi ini mengacu pada jaringan dimana semua node yang terhubung secara individual untuk satu hub umum. pada star stasiun transmisi terhubung sedemikian rupa ke simpul pusat yang didesain menyerupai bentuk bintang. Pada dasarnya, desain Star sangat mirip dengan sebuah roda sepeda dengan jari-jari yang memancar dari pusat. Dalam tipe jaringan bintang, pertukaran data hanya dapat dilakukan secara tidak langsung melalui simpul pusat ke semua node lain yang terhubung.

Inti dari Topologi Star (bintang) adalah bentuk jaringan, atau tata letak jaringan dimana semua perangkat berputar di sekitar hub pusat. Semua komputer dalam topologi star terhubung ke perangkat sentral seperti router, hub, atau switch. Komputer di jaringan biasanya dihubungkan dengan switch (hub) atau router dengan kabel shielded Twisted Pair (STP) atau 1.527 Twisted Pair (UTP).

  • Kelebihan Topologi Jaringan Star
  1. Lebih Mudah Dalam Pengelolaan Jaringan Karena Kontrol terpusat pada server.
  2. Pengembangan jaringan lebih Fleksibel.
  3. Deteksi masalah Jaringan lebih Mudah.
  4. Pemasangan atau Perubahan Struktur Jaringan Lebih Mudah.
  5. Tingkat keamanan tergolong tinggi.
  6. Akses Kontrol terpusat.
  7. Sangat mudah dalam memecahkan masalah, karena semua jenis jaringan komputer selalu tergantung pada hub sentral, artinya bahwa setiap masalah dalam pengoperasian jaringan yang dioperasi dapat ditelusuri ke hub pusat.
  8. Penambahan atau pengurangan station dapat dikerjakan dengan mudah.
  9. Paket-paket data tidak mesti membuat jalan melalui berbagai node yang akan menjamin transfer data dengan cepat.
  • Kekurangan Topolgi Jaringan Star
  1. Biaya jaringan lebih mahal dari Ring dan Bus.
  2. Sangat bergantung pada fungsi hub pusat.
  3. Membutuhkan lebih banyak kabel dibandingkan dengan topologi bus, yang berakibat pada agak tingginya biaya pembuatan.
  4. Ukuran dari jaringan ini bergantung pada berapa banyak koneksi dapat dibuat untuk hub.
  5. Jika salah satu simpul banyak memanfaatkan porsi pengolahan kemampuan yang signifikan dari hub pusat, akan mempengaruhi kinerja node lain.
  6. Kinerja seluruh jaringan secara langsung tergantung pada kinerja hub. Jika server lambat, akan menyebabkan seluruh jaringan jadi lambat.
  7. Boros dalam pemakaian kabel.
  8. Jika node tengah mengalami kerusakan, maka seluruh rangkaian akan berhenti.
  9. HUB/SWITCH jadi elemen kritis karena kontrol terpusat.

Setiap jenis topologi jaringan memiliki kelebihan dan kekurangan nya masing-masing. Maka kita harus benar-benar memperhatikan kelebihan dan kekurangan pada masing-masing topologi jaringan saat kita akan memilih topologi apa yang akan kita terapkan.

Nah seperti yang sudah dijelaskan diatas, bahwa media dalam topologi jaringan Hybrid bermacam-macam. Karena topologi ini adalah kombinasi dua atau lebih beberapa topologi jaringan, maka kita bisa menggunakan kabel UTP, Coaxial, Fiber Optic. Media yang kita gunakan tergantung dengan jenis Topologi apakah yang kita gunakan.

Topology Hybrid tidak memiliki karakteristik khusus, sebab merupakan penggabungan dari beberapa topologi. Topologi hybrid akan membawa karakteristik topologi asal yang membangunnya. Misalkan jika topologi hybrid di salah satu perusahaan merupakan gabungan dari topologi star, topologi ring dan topologi bus maka topologi hybrid pada jaringan tersebut memiliki karakteristik bawaan dari topologi ring, star dan bus.

Namun, bila dibandingkan dengan kelebihan dan kekurangan topologi jaringan lainnya dapat dikatakan bahwa topologi hybrid adalah salah satu yang terbaik. Nah, guys demikianlah artikel pada hari ini sampai jumpa di artikel selanjutnya.

Load More Related Articles
Load More By admin
Load More In Teknologi
Comments are closed.

Check Also

Seperti Apa Itu Depresi? Berikut Panjelasannya

Kehilangan orang yang dicintai, dipecat dari pekerjaan, mengalami perceraian dan situasi s…