Home umum Variabel Penelitian, Pengertian Dan Jenis Serta Contohnya

Variabel Penelitian, Pengertian Dan Jenis Serta Contohnya

18 min read
2
7,136

Istilah variabel dapat diartikan bermacam–macam. Dalam tulisan ini variable diartikan sebagai segala sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan penelitian. Sering pula dinyatakan variabel penelitian itu sebagai faktor-faktor yang berperan dalam peristiwa atau gejala yang akan diteliti.

Variabel atau faktor penelitian memiliki peranan sangat penting dalam suatu penelitian pendidikan. Variabel adalah segala sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan dalam penelitian. Ada juga yang menganggap variabel sebagai gejala sesuatu yang bervariasi.

Nah, ada beberapa variabel lainnya yang sering digunakan dalam penelitian akan menjadi bahasan utama pada artikel ini. Salah satu komponen penelitian yang mempunyai arti penting dalam kaitannya dengan proses studi secara komprehensif adalah variabel penelitian. Untuk itu, jangan lama-lama mari kita simak penjelasannya dibawah ini.

Pengertian Variabel Penelitian

Variabel penelitian dapat dikategorisasi ke dalam dua bentuk, yaitu variabel kuantitatif dan kualitatif. Karakteristik penelitian kualitatif dan kuantitatif secara mudah bisa diidentifikasi sebagai berikut: Kuantitatif menonjolkan unsur numerik atau angka. Kualitatif menonjolkan unsur deskripsi atau narasi tekstual.

Variabel penelitian kuantitatif, dengan demikian bisa dipahami sebagai variabel yang memiliki nilai satuan yang dapat dinyatakan dengan angka, misalnya berat badan. Sedangkan variabel kualitatif adalah variabel yang sulit atau tidak bisa dinyatakan dengan angka, misalnya keindahan.

Nah, yang dimaksud dengan penelitian adalah suatu proses mencari tahu sesuatu secara sistematis dalam waktu yang relatif lama dengan menggunakan metode ilmiah serta aturan-aturan yang berlaku. Supaya proses penelitian akan berjalan lancar dan dapat berhasil dengan baik maka peneliti ditekankan untuk membuat rancangan penelitian.

Dalam menentukan rancangan penelitian, hal yang perlu untuk diingat adalah seluruh komponen penelitian itu harus terjalin secara serasi dan tertib. Salah satu komponen penelitian yang mempunyai arti penting dalam kaitannya dengan proses studi secara komprehensif adalah variabel penelitian.

Variabel merupakan atribut sekaligus objek yang menjadi titik perhatian suatu penelitian. Komponen dimaksud penting dalam menarik kesimpulan atau inferensi suatu penelitian.

Contoh: Jika kita membicarakan mengenai mahasiswa, hal itu belum dapat dikatakan variabel. Sebab mahasiswa saja hanya merupakan sebuah konsep. Tetapi jika kita sudah membicarakan mengenai Mahasiswa Fakultas Teknik, Mahasiswa Fakultas Ekonomi, itu artinya kita sudah bisa dikatakan membicarakan variabel, karena Mahasiswa Fakultas Teknik, Mahasiswa Fakultas Ekonomi itu termasuk kategori.

Sebagian ahli juga mendefiniskan bahwa yang dinamakan variabel adalah segala sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan dalam sebuah penelitian.

Variabel penelitian ini sangat ditentukan oleh landasan teoritis dan kejelasannya yang ditegaskan oleh hipotesis penelitian. Oleh karena itu, jika landasan teori dalam suatu penelitian berbeda, maka akan berbeda pula hasil variabelnya.

Pendapat Para Ahli

  • Kerlinger (2006 : 49): Variabel Penelitian adalah konstruk atau sifat yang akan dipelajari yang memiliki nilai yang bervariasi. Variabel juga sebuah lambang atau nilai yang padanya kita letakkan sembarang nilai atau bilangan.
  • Sugiyono (2009 : 60): Variabel Penelitian adalah sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh seorang peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi mengenai hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya.
  • Suharsimi Arikunto (1988: 99): Variabel Penelitian adalah objek penelitian atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian.
  • Freddy Rangkuti: Variabel Penelitian adalah sebuah konsep yang mempunyai nilai yang bervariasi. Dari nilai variabel tersebut dapat dibedakan menjadi empat tingkatan skala yaitu rasio, ordinal, nominal dan internal.
  • Sutrisno Hadi: Variabel Penelitian adalah variasi dari objek penelitian seperti ukuran tinggi manusia yang divariasikan menjadi tingkatan umur, kelamin bahkan lokasi tinggal manusia tersebut.

Jenis Variabel Penelitian

Variabel penelitian sangatlah penting untuk sebuah penelitian, karena variabel berfungsi sebagai landasan untuk menyiapkan alat dan metode pengumpulan data dan untuk menguji hipotesis. Oleh sebab itu variabel penelitian harus dapat diamati dan di diukur. Berikut ini adalah beberapa jenis variabel penelitian antara lain:

1. Jenis Variabel Berdasarkan Sifat

Berdasarkan sifatnya, variabel penelitian ini dapat dikelompokan menjadi dua jenis, yaitu variabel statis dan variabel dinamis.

  • Variabel Statis

Variabel statis adalah variabel yang memiliki sifat yang tetap, tidak bisa diubah keberadaan maupun karakteristiknya. Dalam kondisi yang normal dan wajar sifat-sifat tersebut sukar untuk diubah, misalnya seperti jenis kelamin, jenis status sosial ekonomi, jenis pekerjaan, tempat tinggal dan sebagainya.

Variabel statis ini juga ada yang menyebutnya dengan variabel atributif (Sudjarwo dan Basrowi, 2009:198). Sifat yang ada padanya adalah tetap, untuk itu penelitian hanya mampu untuk memilih atau menyeleksi. Oleh sebab itu variabel ini juga dikenal juga dengan nama variabel selektif.

Menurut Suharsimi (2006:124), selain menggunakan istilah variabel statis, juga menggunakan istilah variabel tidak berdaya untuk masud yang sama, dikarenakan peneliti tidak mampu mengubah ataupun mengusulkan untuk merubah variabel ini.

  • Variabel Dinamis

Berbanding terbalik dengan Variabel Statis, Variabel Dinamis merupakan suatu variabel yang dapat diubah keberadaan maupun karakteristiknya. Variabel ini memungkinkan terjadinya manipulasi, atau diubah sesuai dengan tujuan yang dikehendaki oleh si peneliti.

Pengubahan ini bisa berupa penurunan ataupun peningkatan. Contoh variabel dinamis seperti motivasi belajar, prestasi belajar, kinerja pegawai dan sebagainya.

Di samping menggunakan istilah variabel dinamis, Suharsimi (2006:124), juga memakai istilah variabel berubah untuk maksud yang sama. Sedangkan Sudjarwo dan Basrowi (2009:197) menggunakan istilah variabel aktif, untuk menyebut variabel dinamis ini.

1. Jenis Variabel Berdasarkan Hubungan

Berdasarkan hubungan antar variabelnya, maka variabel di dalam sebuah penelitian bisa dikelompokan menjadi:

  • Variabel Bebas (Variabel Independen)

Variabel Bebas atau disebut dengan variabel Independent yaitu variabel yang diduga sebagai penyebab timbulnya variabel lain dan biasanya variabel ini dimanipulasi, diamati dan diukur untuk mengetahui pengaruhnya terhadap variabel lain.

Singkatnya variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahan atau timbulnya variabel dependen (terikat). Variabel bebas berfungsi untuk mengetahui pengaruhnya terhadap variabel lain.

Contohnya : Faktor yang mempengaruhi buah mangga”. Kita dapat menentukan variabel bebasnya atau variabel independennya yaitu jenis pupuk, luas lahan, jenis insektisida, karena variabel tersebut bisa mempengaruhi atau member pengaruh pada variabel lain

  • Variabel Dependen (Variabel Terikat)

Variabel dependen merupakan variabel respon atau output, variabel yang merupakan sebuah aspek yang diamati untuk perilaku sebuah obyek penelitian yang telah diberikan stimulus. Variabel dependen merupakan faktor yang diamati dan diukur untuk menentukan efek dari variabel independen.

Efek tersebut dapat berupa faktor yang muncul, menghilang, atau faktor-faktor lain yang bervariasi bergantung pada apa yang telah peneliti lakukan pada variabel manipulasi. Variabel ini merupakan variabel yang akan berubah sebagai sebuah hasil dari perubahan variabel independen.

Contoh: jika peneliti hendak mengungkap “pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa”, maka yang menjadi variabel terikatnya adalah “prestasi belajar siswa”. Variabel ini disebut sebagai variabel terikat karena tinggi ataupun rendahnya prestasi beljar siswa tergantung dan dipengaruhi oleh variabel motivasi belajar.

  • Varibel Kontrol

Merupakan variabel yang dibatasi atau dikendalikan pengaruhnya di dalam hal tertentu. Hal ini mengakibatkanvariabel kontrol tidak berpengaruh atau berefek terhadap gejala yang sedang diteliti. Dengan kata lain, pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat tidak dipengaruhi oleh faktor luar yang tidak diteliti.

Di dalam beberapa penelitian, variabel ini tidak secara eksplisit dinyatakan, namun pada penelitian tertentu yang lebih bersifat eksperimental, pengendalian variabel ini merupakan hal yang cukup krusial.

Hal ini biasanya dilakukan untuk mengurangi kerumitan atau kompleksitas permasalahan yang tengah diteliti Selain dipakai dalam penelitian eksperimental, variabel kontrol juga sering digunakan oleh para peneliti ketika melakukan penelitian yang bersifat membandingkan.

  • Variabel Antara

Dalam posisinya variabel antara terletak dalam rentang variabel bebas dan variabel terikat, tetapi tidak sama dengan variabel extraneous. Variabel antara terjadi dan berlangsung sebagai akibat adanya variabel bebas dan merupakan sebab utama terjadinya perubahan pada variabel terikat.

Namun kadang-kadang hubungan atau pengaruh variabel bebas tehadap variabel terikat bisa secara langsung kalau akibat variabel bebas yang dipilih tidak membutuhkan kegiatan perantara dalam mempengaruhi variabel terikat.

Sesuai dengan pendapat Trucman (1988) bahwa variabel antara merupakan variabel yang mempengaruhi hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen menjadi hubungan tidak langsung dan tidak dapat diamati atau diukur.

  • Variabel Moderator

Variabel moderator dideskripsikan sebagai suatu jenis variabel independen khusus, sebuah variabel independen sekunder yang dipilih untuk dipelajari dan digunakan untuk menentukan apakah variabel tersebut mempengaruhi hubungan antara variabel independen utama dan variabel dependen.

Didefisinikan juga sebagai faktor yang diukur, dimanipulasi, atau dipilih oleh peneliti untuk menemukan apakah variabel tersebut mengubah hubungan variabel independen untuk sebuah fenomena yang diamati.

Contoh variabel Moderator: hubungan kebiasaan belajar dengan prestasi belajar akan semakin kuat apabila didukunf dengan IQ yang tinggi dan hubungan semakin rendah jika IQ kurang.

Nah, jadi anda harus tahu bahwa kegunaan variabel penelitian sebenarnya sulit untuk dijabarkan. Karena kegunaan variabel penelitian biasanya berbeda-beda sesuai jenisnya. Sebagai contoh, variabel bebas berguna untuk mengetahui apasaja pengaruhnya terhadap variabel lain.

Variabel terikat berguna untuk mengetahui apasaja yang dipengaruhi variabel bebas. Variabel kontrol berguna untuk menetralkan pengaruhnya terhadap variabel terikat dan lain sebagainya.

Ciri–ciri Variabel Penelitian

Selain memiliki jenis dan terdapat beberapa contoh didalam variabel penelitian ini, ternyata terdapat beberapa ciri-ciri di dalam sebuah penelitian, variabel memiliki 3 ciri khusus, yaitu:

1. Membedakan objek yang satu dengan objek lainnya

Sebenarnya menentukan variabel penelitian itu tidak susah. Kamu hanya perlu mencari perbedaan antara satu objek dengan objek lainnya. Contohnya kalangan mahasiswa di Universitas A. Mahasiswa di sana memiliki banyak perbedaan dari segi usia, agama, jenis kelamin, indeks prestasi, dan lain sebagainya. Perbedaan ini bisa dijadikan sebagai variabel.

2. Memiliki nilai yang bervariasi

Karena variabel membedakan objek yang satu dengan objek yang lain, maka tentu saja nilainya pasti berbeda-beda. Misalnya indeks prestasi (IP) di kalangan mahasiswa Universitas A. Indeks prestasi ini bisa menjadi variabel jika nilainya bervariasi (berbeda-beda) antara mahasiswa yang satu dengan mahasiswa lainnya.

3. Variabel Harus Bisa Diukur

Variabel itu berbeda dengan konsep karena sebuah konsep tidak selamanya bisa diukur sedangkan variabel itu bisa diukur. Contohnya, belajar adalah konsep dan hasil belajar adalah variabel. Contoh lainnya yaitu mahasiswa adalah konsep dan jumlah mahasiswa adalah variabel.

Karena variabel penelitian membedakan satu objek dengan objek lain di dalam satu populasi, maka variabel tersebut haruslah memiliki nilai yang beraneka ragam. Contohnya sebagai berikut: dari suatu kelompok yang terdiri dari 40 orang mahasiswa, indeks prestasi atau IP hanya akan menjadi variabel apabila terdapat perbedaan IP antara siswa satu dengan siswa yang lainnya.

Dapat disimpilkan bahwa Variabel adalah karakteristik yang diamati yang mempunyai variasi nilai dan merupakan operasionalisasi dari suatu konsep agar dapat diteliti secara empiris atau ditentukan tingkatannya. Apa yang merupakan variabel dalam sesuatu penelitian ditentukan oleh landasan teoritisnya dan ditegaskan oleh hipotesis penelitian.

Karena itu apabila landasan teoritisnya berbeda, variabel-variebel penelitiannya juga akan berbeda. Jumlah variabel yang dijadikan objek pengamatan akan ditentukan oleh sofistikasi rancangan penelitiannya. Makin sederhana sesuatu rancangan penelitian, akan melibatkan variabel-variabel yang makin sedikit jumlahnya

Dan dengan begini dapat ditentukan bahwa variabel yang akan diteliti kita akan memiliki gambaran alat dan cara dalam menentukan pengumpulan data. Bahkan Dengan menentukan variabel, kita bisa memilih metode pemilihan data untuk pengujian hipotesis.

Load More Related Articles
Load More By admin
Load More In umum
Comments are closed.

Check Also

Dianggap Sebagai Tindakan Pembunuhan, Berikut Pro dan Kontra “Suntik Mati” di Beberapa Negara

Kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi terutama pada bidang kedokteran telah membaw…